Tampilkan postingan dengan label bisnis ibu rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis ibu rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

Percaya atau Tidak : Ibu Rumah Tangga Kalangan Paling Potensial Bisnis Online

Pembaca Sekalian
Ada fakta menarik yang saya kutip dibawah ini dari artikel http://netpreneur.co.id/ Bahwa ternyata ibu rumah tangga adalah kalangan paling potensial untuk bisnis online. Berikut artikelnya untuk anda.
"Ohh Jadi bisnis online sangat cocok untuk ibuku" :)
Dalam acara bertajuk ShopFair Kopdar Online Shop yang digelar Kamis (4/7) lalu, Ketua Dewan Pengawas Asosiasi E-commerceWilliam Tanuwijaya mengatakan bahwa ibu rumah tangga adalah kalangan yang paling potensial dalam bisnis online. Dengan kata lain, kalangan yang paling sukses berjualan online adalah kelompok ibu rumah tangga. Menurut William, kisah-kisah sukses para penjual online banyak berasal dari bisnis yang dikelola oleh ibu rumah tangga. Yang menarik untuk ditelisik lebih lanjut, mengapa demikian?
Sebagian besar ibu rumah tangga yang berbisnis online hampir dapat dipastikan akan mendulang kesuksesan, apapun jenis bisnis yang dijalaninya. Diperkuat oleh riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga e-commerce internasional, sedikitnya ada 6 alasan mengapa ibu rumah tangga adalah kalangan yang paling sukses menjalankan bisnis online.
  1. Pada dasarnya, semua perempuan suka berbelanja.
  2. Fakta ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Seorang perempuan boleh saja mengaku bahwa ia tidak hobi berbelanja seperti kebanyakan perempuan pada umumnya. Namun dibandingkan pria, perempuan yang tidak suka berbelanja sekalipun lebih mudah terbujuk untuk melakukan pembelian di toko offline maupun online.
    Fakta bahwa kaum perempuan hobi berbelanja membuat para ibu rumah tangga yang berbisnis online mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Pihak yang paling paham tentang apa yang dibutuhkan oleh konsumen adalah si pembeli itu sendiri. Karena senang berbelanja–alias senang menjadi bagian dari konsumen–kaum perempuan memahami dengan seksama apa yang dicari pembeli saat berbelanja. Pengetahuan mengenai apa yang diinginkan konsumen “diterjemahkan” dalam produk-produk yang dijual oleh toko online milik ibu rumah tangga tersebut. Tak heran, produk di toko online miliki ibu rumah tangga memiliki angka penjualan yang tinggi sebab mampu memenuhi kebutuhan pembeli.
    Faktanya,
    60% transaksi online di seluruh dunia melibatkan ibu rumah tangga, baik sebagai pembeli maupun penjual online.
  3. Fleksibilitas waktu untuk berbisnis
  4. Perempuan yang sudah menikah seringkali mengeluh bahwa pekerjaan rumah tangga sesungguhnya lebih berat daripada pekerjaan di kantor. Mengurus tetek-bengek di rumahnya dan merawat anak menyita waktu ibu rumah tangga selama 24 jam per hari. Jika dilihat secara sekilas, ibu rumah tangga memang terkesan lebih sibuk dibanding wanita karir yang jam kerjanya dibatasi oleh jam operasional kantor.
    Meskipun demikian, ibu rumah tangga yang menggunakan jasa pembantu rumah tangga akan memiliki waktu luang yang banyak. Dalam hal merawat anak, ibu rumah tangga pun juga akan memiliki waktu kosong ketika si anak telah mandiri, minimal telah bersekolah di jenjang SD. Praktis, waktu luang yang dimiliki ibu rumah tangga pun menjadi banyak.
    Keleluasaan waktu luang ini membuat para ibu rumah tangga menjadi fleksibel dalam berbisnis. Mereka siap menanggapi setiap pesanan, kapanpun pembeli tertarik berbelanja di toko online-nya. Fleksibilitas waktu berbisnis juga membuat ibu rumah tangga bebas menentukan kapan waktu untuk bekerja dan kapan waktu untuk bersantai.
    Faktanya,
    Per hari, 13 jam waktu yang dimiliki ibu rumah tangga dihabiskan untuk berselancar di toko online, baik sebagai pembeli maupun penjual.
  5. Hiburan di media yang tidak menghibur
  6. Tidak sedikit pemilik media massa—ambil contoh stasiun televisi—yang berorientasi pada rating semata. Karena mengedepankan faktor selera pasar, mereka yang berkecimpung di dunia media seringkali mendewakan rating sebagai satu-satunya tolak ukur keberhasilan sebuah program atau acara. Dampaknya, tidak sedikit pelaku media yang menyuguhkan tayangan atau materi publikasi yang tidak mendidik dan berkualitas rendah.
    Di Indonesia sendiri, stasiun televisi lokal diwarnai oleh ‘kehadiran’ sinetron-sinetronlow budget yang mengesampingkan faktor kualitas tayangan. Di satu sisi, tayangan semacam ini memang digemari oleh sebagian khalayak. Namun, ada kalangan tertentu yang jengah dengan suguhan-suguhan berkualitas rendah yang ditampilkan di media.
    Kalangan yang merasa jengah ini—sebagian besar berasal dari kalangan ibu rumah tangga—kemudian mencari alternatif lain untuk mengisi waktu luangnya, salah satunya dengan berbisnis online. Daripada menonton acara televisi yang tidak mendidik, ibu rumah tangga lebih memilih memikirkan cara untuk memperoleh penghasilan tambahan bagi keluarganya.
    Faktanya,
    Jika diminta membuang satu perangkat digital yang dimilikinya, 58% ibu rumah tangga akan menyingkirkan televisi. Hanya 11% ibu rumah tangga yang akan menyingkirkan laptop-nya.
  7. Insting bergunjing
  8. Sama seperti kegemaran berbelanja, bergunjing atau bergosip adalah naluri seorang perempuan. Insting untuk menyebarluaskan sebuah informasi, terlepas dari apakah informasi tersebut benar atau tidak, terdapat dalam diri kaum perempuan. Uniknya, insting menyebarluaskan informasi ini membawa dampak positif bagi bisnis online.
    Ibu rumah tangga yang berbisnis online tidak akan ragu atau malu menyebarluaskan informasi bahwa toko onlinenya sedang mengadakan promo. Dengan insting bergunjing yang dimilikinya, ia akan menyebarluaskan info terbaru dari toko online-nya kepada sebanyak-banyaknya relasi. Terbukti, insting bergunjing dan menyebarluaskan informasi ini memperluas koneksi bisnis sehingga membantu ibu rumah tangga untuk menaikkan angka penjualan di toko online.
    Faktanya,
    Baik sebagai pembeli maupun penjual, 92% ibu rumah tangga akan meneruskan informasi tentang potongan harga atau promo lainnya kepada orang lain yang dikenalnya ataupun tidak.
  9. Ibu rumah tangga: pengambil keputusan saat berbelanja
  10. Berbelanja bulanan termasuk ke dalam salah satu job desc ibu rumah tangga. Tidak hanya keperluan-keperluan bulanan, ibu rumah tangga juga berbelanja kebutuhan anggota keluarga lainnya.
    Pada banyak kasus, ibu rumah tangga merasa tahu apa yang terbaik bagi kebutuhan anggota keluarganya. Sebagai contoh, ibu rumah tangga tahu merek pakaian paling bagus untuk suaminya, merek sereal terbaik untuk anak-anaknya, dan merek-merek terbaik kebutuhan pokok lainnya. Dengan kata lain, ibu rumah tangga bertindak sebagai pengambil keputusan saat berbelanja.
    Apapun jenis usaha yang dijalankan oleh seorang ibu rumah tangga, ia pastinya merasa bahwa produk yang dijualnya adalah produk yang terbaik. Karena menjual produk terbaik, ibu rumah tangga akan menggunakan produk yang dijualnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya. Tak jarang, seorang ibu rumah tangga membeli sendiri dagangannya untuk dikonsumsi oleh suami atau anak-anaknya.
    Lebih dari itu, ibu rumah tangga juga akan menawarkan dagangan kepada sanak saudara lainnya. Banyaknya pembelian produk dari keluarga inti dan keluarga besarnya sendiri memberikan dampak yang signifikan bagi angka penjualan produk di toko online milik ibu rumah tangga.
    Faktanya,
    75% ibu rumah tangga menganggap dirinya tahu yang terbaik bagi kebutuhan keluarganya. Mereka “menobatkan” dirinya sendiri sebagai si pengambil keputusan saat berbelanja.
  11. Menjual produk terpopuler dalam bisnis online
  12. Sebagian besar penjual produk fesyen adalah kaum perempuan dan ibu rumah tangga. Produk fesyen yang feminim cocok dengan sifat dasar perempuan. Oleh karenanya, banyak produk fesyen dijual oleh ibu rumah tangga.
    Yang menarik, produk fesyen termasuk ke dalam produk best seller dalam bisnis online, bahkan hingga pasar internasional. Berkaca pada fakta tersebut, tak heran jika ibu rumah tangga yang berbisnis produk fesyen memiliki angka penjualan yang tinggi.
    Faktanya,
    36% pembeli online mencari produk fesyen. Produk fesyen menempati urutan kedua dalam daftar produk terpopuler yang dicari pembeli online. Produk terpopuler yang berada di urutan pertama adalah buku.
***

Apakah Untuk Bisnis Online Ibu Rumah Tangga Harus Punya Website

Tentu saja untuk bisnis online kita mestilah memiliki website. Karena apa?

Dari rangkumana yang di himpun dari salah satu artikel republika.co.id menjelaskan mengenai website

"Fungsi utama website adalah tempat untuk menjual produk, namun lebih dari itu website menyediakan sistem pemasaran produk yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan pemiliknya. Selain di website milik sendiri, tempat menjual produk secara online, bisa di tempat lain. Tempat tersebut antara lain: sosial media, forum, marketplace dan iklan komersil online. Sosial media diantaranya adalah Facebook dan Twitter. Di Facebook Anda bisa membuat fans page sesuai produk yang dijual, di fans page anda bisa menjual produk dan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Di Twitter Anda bisa membuat akun bisnis Anda, lalu mencari follower dan menjual produk kepada follower-follower tersebut.

Tempat kedua adalah forum. Di forum biasanya tersedia sub forum jual beli, di sana Anda bisa membuka lapak jualan sesuai produk yang Anda jual. Forum biasanya menyediakan kategori khusus produk yang Anda jual. Di Indonesia, forum yang sangat terkenal untuk tempat jual beli adalah di Kaskus. Dengan mendaftar di Kaskus secara gratis, Anda bisa mulai berjualan. Kelebihan memasarkan produk di forum, kita bisa mengumpulkan testimonial dari pembeli yang sangat efektif membantu pemasaran.

Tempat ketiga adalah marketplace. Marketplace adalah sebuah website khusus yang dirancang untuk terjadinya proses jual beli online. Di Indonesia sendiri ada banyak marketplace yang sudah cukup terkenal, diantaranya adalah: Indonetwork, Toko Bagus, Berniaga, Multiply, Plasa, Tokopedia, Rakuten, dsb. Masing-masing marketplace punya ketentuan masing-masing. Kelebihan marketplace adalah, fasilitas untuk berbisnis sudah tersedia dengan sempurna, karena memang dirancang untuk itu.

Tempat keempat adalah iklan online. Iklan online artinya Anda membayar slot iklan di media-media online untuk memasarkan produk Anda. Jika anda tidak memiliki website, anda hanya menampilkan produk, alamat dan nomor kontak di tampilan iklan tersebut. Calon pembeli yang tertarik bisa menghubungi Anda.

Strategi Smart

Meski tidak memiliki website juga sudah bisa berbisnis online, akan tetapi alangkah baiknya Anda memiliki website sebagai aset bisnis online Anda.

Website adalah aset yang sangat penting dalam bisnis online, semakin lama suatu website nilai asetnya semakin mahal, mirip dengan properti. Media-media pemasaran lain bisa anda gunakan sebagai saluran pemasaran dari website tersebut. Ibaratnya website itu adalah terminal, dimana sosial media, forum, marketplace, dan iklan merupakan angkutan-angkutan umum yang membantu menarik penumpang datang ke terminal.

Sosial media, forum, marketplace dan iklan hanyalah saluran pemasaran, kesemuanya tidak bisa kita kendalikan. Jika kebijakan mereka berubah atau tutup, bisnis kita akan ikut terkena dampaknya. Lain halnya jika kita memiliki website, apapun yang terjadi pada saluran pemasaran website kita masih tetap ada, pelanggan lama bisa langsung datang ke website.